The Sampah's Blog

MEMAHAMI VIDEO GAME

Posted on: October 28, 2010

Mempelajari Video Game

Video Game saat ini!

–  Video Game saat ini dimainkan oleh jutaan orang di dunia

–  Semakin populer, semakin menghasilkan uang

–  Industri game terus berkembang

–  Perlu dukungan teknis dan non teknis terhadap industri game

–  Video Game mengusung unsur budaya dan estetika

–  Video Game sebagai media untuk mengekspresikan diri

–  Video game memiliki pengaruh terhadap perilaku (budaya)

Siapa mempelajari video game?

–  Apakah game research adalah suatu ilmu?

–  Iya, jika ilmu didefiniskan sebagai suatu yang sistematis, menyeluruh, dan self-critical dalam menghasilkan pengetahuan

–  Game researcher?

–  Siapa saja yang mempelajari game dalam berbagai aspeknya

–  Multidisiplin

“2001 can be seen as the Year One of Computer Game Studies as an emerging, viable, international, academic field”

(Espen Aarseth)

Bagaimana mempelajari video game?

–  Peneliti menggunakan metode-metode dan pendekatan yang telah ada, sesuai dengan bidangnya masing-masing

–  Ethnographer à mempelajari pemainnya

–  Film studies à mempelajari skenario

–  Komunikasi àmempelajari interaksinya

Bagaimana mempelajari video game?

–  Dmitri William

–  Tujuan: Mempelajari fungsi game menurut wacana publik dan relasinya dengan budaya masyarakat

–  Metode: Studi terhadap media di US dalam 30 tahun terakhir (Time, Newsweek, US News and World Report) – 119 artikel

–  Hasil:

–  Perkembangannya mirip dengan media-media yang lain

–  Game melewati fase-fase fitnah diikuti dengan penyelamatan

–  Game berperan sebagai batu sandungan bagi perjuangan budaya

–  Nicholas Ducheneaut, Robert J. Moore, dan Eric Nickell

–  Tujuan: Mempelajari bagaimana game Star War: An empire Divided (MMOG) mendorong sosialitas diantara pemain

–   Metode: Kombinasi antara beberapa metode (Virtual etnography, Video recording, analisis catatan interaksi)

–  Hasil: Game dinilai cukup sociable

–  Susana Tosca

–  Tujuan: “Close reading” terhadap game Resident Evil X –Code: Veronica

–  Metode: Textual analysis, Closely examining the work, analisis struktur game dan ceritanya

–  Hasil: Analisis detil dari sebuah game

–  Jesper Juul

–  Tujuan: Mendefinisikan video game, dan mencari relasi dengan game tradisional

–  Metode: “Classical game model” – meneliti fitur-fitur aktifitas sehingga disebut sebagai game. Menggunakan logika deduksi dan induksi

–  Hasil: Definsi game

Tipe-tipe analisis

–  Salen dan Zimmerman: game dapat dipelajari dengan fokus pada aturan (rule), permainan(play), dan budaya (culture) + ontology

–  The game: satu atau lebih game dianalisis – mempelajari struktur dan teknik yang digunakan untuk menghasilkan pengalaman bermain

–  The players: Mempelajari bagaimana player menggunakan game sebagai sebuah media dalam konteks sosial

–  The Culture: Mempelajari bagaimana game berinteraksi dengan pola budaya

– Ontology: Mempelajari dasar-dasar filosofi dari game

School of Thought

–  Komunitas:

–  Simulasi, dan

–  Video game study

–  Video Game Study

–  Formalist

–  Narratologist

–  Ludologist

–  Situationist

Industri Game

Pembuatan Game

–  Game dibuat oleh sekumpulan orang – terlatih dan smart – yang bekerja pada perusahaan yang besar dengan struktur produksi yang jelas

–  Hal yang mempengaruhi pembuatan game: Hardware, platform, ekonomi global, kompetisi antar publisher, ketersediaan modal

–  Selain diatas: Budaya dan trends – dipertimbangkan dalam mendesain gim

Ukuran Industri Game

–  Bagaimana game menghasilkan uang:

–  Penjualan langsung ke konsumen (subscription untuk game online)

–  Lisensi dari film

–  Penjualan perangkat keras (Game konsol, DVD, CD, dll)

–  Penjualan game lebih kecil dari pada film dan musik, tetapi trends-nya terus naik

–  Trends: game online dan game mobile

Struktur Industri Game

–  Industri game berkembang dari one-person projects menjadi proyek skala industri besar

–  Large-scale commercial games à title: “AAA”

–  Dalam pembuatannya melibatkan lebih 100 orang dengan spesialisasi kemampuan masing-masing

–  Small-scale Game (Kasus: SimCity Versi MS DOS – 1989)

–  Original concept: 1 orang

–  Desain: 3 orang

–  Programming: 1 orang

–  Graphics/art work: 3 orang

–  Sound: 2 orang

–  Cover art: 1 orang

–  Documentation: 3 orang

–  Package dab dokumen desain: 1 orang

–  TOTAL: 20 orang

–  Large-Scale Game (Kasus: Halo 2- 2004)

–  Pimpinan project: 1 orang

–  Executive producer: 1 orang

–  Pimpinan teknik: 4 orang

–  Pimpinan desain: 2 orang

–  Art director: 1 orang

–  Writer, director cinemaics: 1 orang

–  Audio director, Composer: 1 orang

–  Producer: 3 orang

–  3D artist: 4 orang

–  UI designer: 1 orang

–  Multiplayer dan UI lead: 1 orang

–  Engineering: 11 orang

–  Lainnya: 11 orang

TOTAL: lebih 80 orang

All About Money!

–  Motivasi utama: Money!

–  Harga jual versi console: $49

–  Retailer: $17

–  Console manufacturer: $8

–  Distributor, publisher, developer: $24

–  Development game “AAA”:

–  Budget: $5juta-$15juta

–  Waktu: 18-36 bulan

–  Pemasaran: $1juta-$10juta per title

–  Development game  di bawah “AAA”

–  Budget: $0,6juta-$1juta

–  Pemasaran: $0,2juta

–  Waktu: 12-18 bulan

–  “Value Game”:

–  Waktu: 5-6 bulan

–  Budget: $200ribu-$300ribu

–  Pemasaran: $40ribu

–  Harga retail: $20-$30

Development Process

Fase Konseptual

–  Konsep Game diformulasikan dalam beberapa halaman

–  Meliputi ide dasar game dan fitur-fitur utama game seperti platform dan konsep art.

–  Kemudian diformalkan dalam bentuk proposal desain

–  Berfungsi sebagai ‘penarik’ dana dan perencanaan produksi

–  Versi detil dari konsep game, meliputi: analisis pasar, isu-isu teknis, perkiraan pembiayaan, style audio visual, deskripsi mekanisme permainan

Fase Desain

–  Pada tahap ini: mendetilkan konsep game!

–  Membuat spesifikasi detil dari game yang meliputi teknis dan fungsional

–   Spesifikasi Fungsional

–  Detil kongkrit tentang fitur-fitur didalam game, dan bagaimana pemain nantinya berinteraksi dengan game

–  Spesifikasi Teknis

–  Bagaimana mengimplementasikan desain secara teknis

–  Hasil akhir: Dokumen Desain

–  Terdiri atas beberapa ratus halaman, tergantung kompleksitas game yang dibuat

Game Engine dan Prototype

–  Game engine

–  Digunakan untuk membuat arsitektur game dasar, meliputi: AI, audio visual, dan game physics

–  Dipilih berdasar spesifikasi game yang akan dibangun

–  Biasa dibantu software third-party: 3D Smax, Maya, Audi editing software, dsb.

–  Prototype

–  Versi konsep dari game yang dibangun

–  Berguna untk memberikan gambaran umum tentang game yang akan dibangun

Fase Produksi dan pengujian

–  Pembuatan game secara kongkrit, meliputi:

–  Coding

–  Graphics

–  Sound

–  Dibuat secara terpisah dan paralel, kemudian digabungkan untuk menjadi versi alpha

–  Digunakan secara internal untuk mencari bugs dan isu-isu ease-of-use dan playability

–  Pengujian dan perbaikan terhadap versi alpha menghasilkan versi beta

–  Versi beta diuji kembali à “real world” testing

–  Hasil beta testing adalah produk game siap rilis (gold master)

Peran-peran dalam Pembuatan Game

–  Pembuatan game “AAA” memerlukan 5 bidang keahlian:

–  Desain

–  Art

–  Programming

–  Project management

–  Testing

Game Designer

–  Game designer adalah orang-orang yang paling awal terlibat dalam pembuatan game

–  Membuat outline dari visi game, dan mendeskripsikannya secara detil

–  Bertugas mencari ide-ide baru dan secara kontinyu mengelola identitas dari game

–  Peran lain: interface designer, level designer,

Graphical Artist

–  Artist grafis bertugas untuk membuat tampilan visual didalam game

–  Meliputi objek-objek 2D dan 3D

–  Peran lain: animator, modelers, texture artist, character animator

–  Software: Maya, Photoshop, 3Ds max

Game Programmer

–  Bertugas menyatukan semua komponen dan menjadikannya sebagai sebuah game yang dapat dimainkan

–  Produksi game skala besar membutuhkan sekitar 25 programmer game:

–  Engine and tools programmer

–  Network programmer

–  AI programmer

–  Graphics & audio programmer

Produser

–  Produser berperan sebagai manajer proyek

–  Menjaga proyek pembuatan game sesuai dengan jadwal dan budget yang telah ditentukan

–  Bertanggung jawab terhadap berlangsungnya pembuatan game, dan berfungsinya peran-peran yang lain (faktor SDM)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

%d bloggers like this: